Sabtu, 09 Januari 2010

Kepiting Strawberry (Taiwan)

Diposting oleh Ѽ. PooR pRinZa aPpLe .Ѽ di 23.27.00 0 komentar
Tim peneliti biologi laut Taiwan dari National Taiwan Ocean University yang dipimpin oleh ahli biologi laut, Ho Ping Ho, menemukan dua kepiting betina spesies baru yang berwarna merah menyala dengan bintil-bintil berwarna putih persis seperti buah stroberi yang berukuran besar.
Kedua kepiting spesies baru ini ditemukan di daerah lepas pantai bagian selatan Taiwan ketika tim peneliti Ho sedang melakukan penelitian mengenai dampak kapal-kapal yang karam terhadap lingkungan dan biota laut pada Juni 2009 di kawasan pantai selatan Taman Nasional Kenting. Kawasan taman nasional ini dikenal kaya akan satwa laut yang beraneka ragam.
”Pada saat kami temukan, satu ekor sudah dalam kondisi mati, sementara satu ekor lagi dalam kondisi hampir mati di pantai Chialoshui. Untung saja kebocoran minyak yang berasal dari kapal-kapal yang karam dan kapal kargo yang lalu lalang tidak terlalu serius. Kalau serius, berbahaya karena bisa jadi kedua kepiting spesies baru itu terkena polusi, mati, dan tidak akan kita temukan,” kata Ho, Selasa (5/1/2010).
Setelah memeriksa satu per satu kumpulan data spesies kepiting yang ada di seluruh dunia yang mencapai sekitar 10.000 spesies sekaligus berkonsultasi dengan para pakar dari sejumlah negara, Ho kemudian yakin ia dan timnya berhasil menemukan spesies baru yang kemudian mereka beri nama ”kepiting stroberi”.
Menurut Ho, kepiting stroberi spesies itu terlihat agak mirip dengan spesies kepiting lain yang bernama Neoliomera pubescens dan tinggal di daerah-daerah seperti Hawaii, Polynesia, dan Mauritius. Hanya saja, kepiting stroberi ini menjadi berbeda karena kulit cangkangnya yang berbentuk seperti kerang dan memiliki lebar sekitar 2,5 sentimeter.
”Kami akan secara formal mengumumkan penemuan ini dalam artikel yang akan dipublikasikan di majalah Crustaceana terbitan Belanda,” kata Ho yang saat ini tengah mengkaji ulang temuannya itu. Tim peneliti dari National University of Singapore juga mengaku pernah menemukan kepiting stroberi jantan di kawasan kepulauan Pasifik



Kompas.com

Kamis, 15 Oktober 2009

Teori Sel

Diposting oleh Ѽ. PooR pRinZa aPpLe .Ѽ di 06.01.00 0 komentar
Beberapa ahli yang membuat konstribusi kunci terhadap konsep sel :

1. Antony van Leeuwenhoek (1632-1723)
    Orang pertama yang menemukan penggunaan mikroskop untuk mengamati spesimen biologi

2. Roobert Hooke (1635-1703)
    Orang pertama yang menggunakan kata sel
    "Sel merupakan unit struktural dasar yang menyusun semua makhluk hidup."

3. Mathias Jakob Schleiden
    "Semua tumbuhan terdiri dari unit-unit seluler yang kecil."

4. Theodor Schwann
    Semua hewan disusun oleh sel-sel. Bagian sel yang penting berada di dalam dinding sel.
    Bahan hidup dari sel dinamakan protoplasma, yang berarti substansi yang pertama dibentuk.
    Protoplasma digunakan untuk membedakan bagian hidup dari sel dan dinding sel yang tidak hidup.

Kamis, 10 September 2009

Apple Tree....

Diposting oleh Ѽ. PooR pRinZa aPpLe .Ѽ di 06.11.00 0 komentar

aku buka buku catatan kecilku dulu,,, disana terlihat judul yg masih teringat samar dibenakku,,, ku baca lagi lembar perlembar,,, aku lupa dari mana aku mendapatkan kisah ini,,,
samar teringat, aku dapatkan dari sebuah forum yg dulu pernah aku ikuti di dunia maya....
sekali lagi ku baca kembali tiap kata, tiao lembar dan kalimat,,, mulai dari lembar pertama buku kecil yg sedikit terdapat percikan air, bercak berwarna coklat di salah satu sisi halamannya...
Alkisah hiduplah sebatang pohon apel. Disitu ada seorang anak laki-laki yang senang datang dan bermain disekitarnya. Sianak gemar memanjati sampai puncak , menikmati kelezatan buahnya, dan istirahat dibalik bayangannya. Sianak mencintai pohon itu dan sang pohon apel itupun senag bermain dengannya. Waktu berlalu, dan bocah itupun kini beranjak remaja.

Suatu hari sianak itu mendekat kepohon apel sambil bersedih sianak berkata : aku bukan anak-anak lagi aku kini tak mau bermain disekililing pohon, aku butuh mainan dan aku sangat perlu uang untuk membeli mainan itu. dengan perkataan yang tulus sipohon apel berkata, petiklah semua buahku ini dan juallah maka kamu akan mendapatkan uang, Anak itu begitu senang lantas ia petik semua apel dan pergi menjualnya. Ia meninggalkan pohon itu dengan suka cita.

Lama waktu berganti suatu hari sianak datang lagi kepohon apel yang semakin tua. Pohon apel sangat senang sambil mengajak anak itu bermain seperti dahulu. Anak yang kini sudah dewasa itu dengan muka memelas bekata, aku tak punya waktu untuk bermain, kini aku harus mencari nafkah untuk keluargaku, aku perlu sebuah rumah untuk berteduh, bisakah kau menolongku ? Dengan muka penuh haru sang pohon berkata, maaf aku tidak punya rumah tapi kau bisa memangkas batang-batangku untuk membangun rumahmu. Maka denga sigap anak itu menebangi semua batang pohon apel itu dan meninggalkannya dengan rasa bahagia. Pohon itu tampak bahagia melihat anak itu yang juga begitu bahagia.

Walaupun kini sipohon apel kembali hidup kesepian dengan ranting yang mulai keropos. Hari berganti hari ia menanti datangnya si anak untuk bermain dengannya. Dan pada suatu hari dalam cuaca yang panas terik, sianak terlihat kembali mendekati pohon apel yang sudah semakin renta. Pohon apel begitu gembira sambil berkata ayo bermain denganku. Anak itu lantas menjawab, aku kini sedang berduka dan mulai tua, aku butuh perahu untuk berlayar aku ingin bersantai, bisakah kau memberiku sebuah perahu.

Sipohon itu dengan suara yang lemah berkata, tebanglah dahanku dan buatlah perahu maka kau dapat berlayar kemanapun yang kau inginkan. Maka sianak menebang dahan pohon apel dan dipahtnyamenjadi perahu. Dan dia pergi berlayar untuk waktu yang lama. Sipohon kembali kesepian. Akhirnya sianak kembali setelah pergi bertahun tahun . dengan suara yang semakin serak dengan sesekali batuk sipohon apel berkata, anakku kini tak ada sesuatupun dapat kuberikan padamu, tak ada lagi buah-buah apel, tak ada lagi dahan yang bisa kau panjati, yang tertinggal kini hanyalah akar tuaku yang mulai mati, kata sipohon dengan berurai air mata. Anak itu lantas berkata aku tak butuh banyak sekarang, aku hanya ingin beristirahat, aku telah lelah.

Sipohon apel berkata, anakku mendekatlah, akar tuaku adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahatlah. Anak itu duduk dan pohon itu tersenyum sambil berlinang air mata.

Pedengar, sesunguhnya ini adalah kisah setiap orang, sipohon itu adalah orang tua kita. Saat masih muda kita gembira bermain dengan ayah dan bunda. Ketika kita dewasa kita tinggalkan mereka dan hanya datang manakala butuh bantuan. Siapapun dan bagaimanapun orang tua, akan selalu memberikan segalanya untuk membuat kita bahagia. Saya yakin anda berpikir betapa kejamnya sianak terhadap pohon itu, tapi sadarkah kita, karena boleh jadi beitulah selama ini cara kita memperlakukan orang tua kita.

pRinZa Facebook

 

PooR pRinZa aPpLe Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting